Wednesday, 15 October 2008

Pemuda Itu

Pemuda itu,
Imannya sungguh kental
Akidahnya amat perkasa
Tak jatuh apabila dibedil bertubi-tubi
Tak lemah apabila diuji bertalu-talu
Hidayah terus bertambah
Nur terus bersinar
Sinar yang tak sirna


Pemuda itu,
Hati mereka diikat Rabb
Ikatan yang tak bisa terurai
Atas nama ukhuwwah islamiyyah
Atas prinsip kesatuan akidah
Walau badai menimpa
Kendati taufan menyerang
Ribat tetap ampuh









Pemuda itu,
Dituduh sebagai pemberontak
Difitnah sebagai penderhaka
Dimurka sang raja angkuh mengaku tuhan
Dikecam pengecut di dalam istana
Lalu mereka bangkit serentak,
Bersuara senada, seirama
Tuhan kami Pemilik langit dan bumi
Kami tak berharap selain daripada-Nya


Pemuda itu,
Kini hanya tinggal sejarah
Menjadi cerita motivasi yang hanya bernilai ilusi
Tinggal harapan di dada para pencinta perjuangan
Entah jadi, entahkan tidak
Makin ampuh ataupun makin rapuh
Semuanya tinggal persoalan
Masih menunggu jawapan


Aku mahu memberi jawapan
Aku mahu memberi keputusan
Demi satu perjuangan
Ya, akulah penerus generasi pemuda itu!







Penagih semangat perjuangan
Antara Zohor dan Asar,
14:30, 15 Syawal 1429

~Sajak ini sebagai memperingati generasi pemuda hebat, Ashabul Kahfi~

0 comments:

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP