Thursday, 26 August 2010

Sajak: Dari Beranda Ramadhan

Dari beranda Ramadhan,
Aku tersenyum sendirian
Mengingatkan kasih ilahi yang tidak terperi
Keberkatan yang mencurah-curah
Berganda-ganda hadiah dianugerah
Juga malam al qadar yang pastinya tidak murah

Aku terdiam tatkala mengenangkan keunggulan bulan kemenangan
Badar al Kubra membuka tirai kejayaan,
Setelah dizalimi musyrikin Quraisy siang dan malam
Makkah dibuka dengan gilang-gemilang
Setelah lebih sedekad dihalau dan mendapat celaan
Jerusalem dan Andalus juga dijinakkan pada Ramadhan
Bahagia nian saat merangkul piala ketakwaan

Dari beranda Ramadhan,
Aku mengintai Palestin, Afghanistan, Iraq, Xinjiang dan bumi umat yang pernah perkasa
Terpana seketika, tanpa sebarang kata
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca
Sedih menonton panorama derita dan menyiksa sukma
Malu dengan status Ramadhan sebagai arena sentosa
Tadi aku bersuka
Tidak semena-mena, kini diriku berduka
Bertawa dalam lara

Dari beranda Ramadhan,
Aku menggenggam erat kisah silam
Sambil bercita-cita membina kembali mahligai kayangan
Mengesat air mata umat yang sedang dalam tangisan
Menghalau kolonialis bengis dari bumi umat Islam

Dari beranda ini,
Aku mengintai sutera meski terpaksa meredah rimba
Kendati di hadapanku gergasi sedang menggila
Bumi ini akan kembali makmur
Jiwa dan ritma pasti kembali mutmainnah
Aku akan berqiam di depan mimbar Masjid al Aqsa!

MarBu,
Beranda Ramadhan 1430/Ahad/menjelang iftor

p/s: sajak ini merupakan ulang siar, dicipta pada Ramadhan yang lepas. Untuk tatapan semua pembaca. Lama tak pos baru :)

Read more...

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP